Anggaran Alat Tulis Kantor Disdik DKI Mencapai Rp82 M

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Susi Nurhati mengklarifikasi perihal anggaran alat tulis kantor (ATK) berupa lem aibon yang mencapai Rp 82,8 miliar yang tercantum pada Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Sementara (KUAPPAS) 2020.

Sebelumnya, masalah anggaran berupa lem aibon yang menyentuh angka Rp82,8 miliar yang diusulkan Pemprov DKI dalam APBD 2020 tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Anggaran tesebut diketahui dimasukkan ke dalam input rencana kerja UKPD/SKPD Hasil Forum Penajaman 2020 di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat. Susi menyebutkan bahwa anggaran tersebut salah input, seharusnya anggaran tersebut adalah anggaran untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mohon maaf ada kesalahan (input). Jadi angka itu peruntukannya untuk BOS dari SD sampai SMA,” ucap Susi.

Walau begitu, Susi tidak menjelaskan lebih detail kesalahan dalam anggaran yang telah dimaksud. Susi mengatakan bahwa persoalan ini akan dijelaskan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Syaifullah. Namun hingga saat ini belum ada respon.

Anggaran sebesar Rp82,8 miliar itu tercantum dalam Organisasi Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat. Ini ditujukan untuk penyediaan biaya operasional pendidikan sekolah dasar negeri. Lem aibon tersebut tercantum dengan biaya satuan sebesar Rp184.000 untuk 37.500 orang selama 12 bulan. Anggaran tersebut tercantum pada laman apbd.jakarta.go.id.

Jika anda ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan modal sedikit dan cara yang menyenangkan, maka daftarkan diri anda pada situs agen sbobet terpercaya. Dengan menjadi member di situs kami, anda akan mendapatkan banyak sekali keuntungan yang tidak bisa anda dapatkan pada situs lainnya.

 

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191030073324-20-444000/disdik-dki-soal-anggaran-lem-rp82-m-maaf-ada-salah-input

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *