KPU Menunggu Laporan Panwaslu Mengenai Pencoblosan Luar Negeri yang Kacau

Berita Politik Terkini

KPU Menunggu Laporan Panwaslu Mengenai Pencoblosan Luar Negeri yang Kacau

KPU menunggu laporan panwaslu mengenai pencoblosan luar negeri yang kacau

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih untuk menunggu laporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk menindaklanjuti berbagai permasalahan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di luar negeri. Kekacauan ini terjadi di TPS Sydney, Australia, Malaysia, dan juga Belanda.

Sebelumnya, terdapat sejumlah warga negara Indonesia di Sydney yang mengeluh karena tidak bisa menyalurkan hak pilih karena TPS telah ditutup. Diduga pemilih yang gagal menyalurkan hak pilih karena masuk ke dalam daftar pemilih khusus yang bisa mencoblos satu jam sebelum pemungutan ditutup.

PPLN Sudney sendiri mengatakan bahwa secara umum pemungutan yang diadakan dari pukul 08.00-18.00 tersebut berjalan lancar, dengan jumlah pemilih mencapai 65 ribu orang. Puncaknya sendiri terjadi pada pukul 17.00. Ini adalah waktu dimana DPKLN (Pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap) untuk melakukan pencoblosan.

Saat pukul 18.00, banyak pemilih DPKLN yang berkumpul untuk memasuki lokasi gedung TPS. Panitia berusaha untuk memenuhi kapasitas maksimal gedung dengan banyaknya pemilih yang datang. Pencoblosan sendiri akhirnya selesai pada pukul 19.00.

Selain di Sydney, permasalahan juga terjadi di TPS di Selangor, Malaysia. Diduga sejumlah surat suara sudah tercoblos pada bagian gambar pasangan 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. KPU sendiri sempat datang ke Malaysia namun tidak mendapat akses melihat barang bukti surat suara yang tercoblos.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190414210038-32-386348/pencoblosan-di-luar-negeri-kacau-kpu-tunggu-laporan-panwaslu