Menjelang Pemilu 2019 KPU Ingatkan Sanksi Bagi Pelaku Serangan Fajar

Berita Politik Terkini

Menjelang Pemilu 2019 KPU Ingatkan Sanksi Bagi Pelaku Serangan Fajar

KPU ingatkan sanksi serangan fajar

Ketua Komisi Pemilihan umum (KPU) Arief Budiman kembali mengingatkan kepada caleg, wakil caleg, dan juga peserta pemilu untuk menghindari praktik politik uang maupun serangan fajar.

Serangan fajar didefinisikan sebagai praktik politik uang yang dilakukan oleh calon tim pemenangan kepada pemilih untuk menentukan pilihan jagoan pada pagi hari pemungutan suara.

Arief mengatakan bahwa walau calon pemilu tersebut dikatakan menang, akan tetap didiskualfikasi jika ditemukan fakta ia melakukan serangan fajar. Ini telah diatur dalam pasal 286 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Serangan fajar juga tercantum dalam UU Pemilu. Seperti Pasal 515 yang mengatur mengenai pemberi uang yang memaksa pemilih untuk tidak menggunakan hak suara, ini bisa diancam hukuman tiga tahun penjara dan juga denda sebesar Rp 36 juta.

Selian itu juga tercantum dalam pasal 523 ayat (1), dimana jika orang menjanjikan uang kepada pemilih bisa mendapatkan ancaman dua tahun penjara dan juga denda Rp 24 juta. Jika dilakukan di masa tenang maka diancam hukuman 4 tahun dnegan dengnda sebesar Rp 48 juta. Jika dilakukan saar hari H akan dikenai hukuman tiga tahun penjara dengan denda Rp 36 juta.

Arief menambahkan bahwa politik uang ini adalah masalah yang harus diselesaikan bersama antara KPU dan KPK menjelang Pemilu 2019.seperti sebelumnya, KPK menetapkan caleg dari Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka suap distribusi pupuk.

Dari kasus Bowo, KPK mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukan dalam amplop. Uang tersebut diduga akan digunakan oleh Bowo untuk serangan fajar pada 2019.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190408111037-32-384233/kpu-ingatkan-sanksi-berat-untuk-pelaku-serangan-fajar