Pengamat Menilai Kedua Capres Tak Percaya Diri di Pilpres

Pengamat politik CSIS Arya Fernandes menilai terdapat lima ketidakpastian dalam Pilpres 2019. Salah satunya faktor kepercayaan diri dua calon presiden di Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Menurutnya ini bisa memengaruhi hasil Pilpres 2019 jika tidak diwaspadai oleh masing-masing paslon -1 dan 02.

“Ada lima ketidakpastian di depan yang bisa terjadi. Ini harus diwaspadai oleh kedua kandidat,” ujar Arya pada diskusi bertema ‘Mengukur Kesiapan 01 dan 02 Menuju 17 April’ di Jakarta.

Arya juga menilai bahwa kedua kandidat cenderung tidak percaya diri untuk mampu memenangkan Pilpres 2019. Kepercayaan diri yang dimiliki kandidat dinilai bereda dengan kepercayaan diri yang diperlihatkan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat waktu itu kembali maju sebagai calon pertahanan di Pilpres 2009.

Arya mengatakan bahwa kala itu SBY mampu meyakinkan perndukungnya bahwa dirinya akan menang kembali. Arya juga menyebutkan ketidakpastian kedua terjadi di level pemilih. Ia menilai pemilih juga sulit diprediksi walau sudah disurvei. Terdapat tiga segmen yang sulit diprediksi, yaitu pemilih milineal, perempuan, dan Islam.

Ketidakpastian selanjutnya terjadi di partai politik yang tidak mencalonkan kadernya sebagai kandidat. Yang keempat, ia juga menilai ketidakpastian terhadap relawan. Relawan saat ini, lebih menunggu amunisi dan juga logistikuntuk bekerja.

Terakhir, Arya menilai terjadi ketidakpastian soal isu yang dibawa kandidat. Misalnya, dulu Jokowi menjual pengalaman dan kerakyatan. Lalu Prabowo dengan isunya soal asing, utang, dan juga segala macam.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190301082941-32-373653/pengamat-nilai-jokowi-dan-prabowo-tak-percaya-diri-di-pilpres

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *